Komposisi Fotografi Ikut Aturan atau Gaya Bebas
- milkyjamie
- Feb 22, 2022
- 1 min read

Pas pertama kali studi fotografi, kebanyakan akan studi segudang ketetapan komposisi, katakanlah rule of thirds (Ketetapan sepertiga), leading line, simetri, geometri dan sebagainya. Ketentuan-Ketetapan itu biasanya dibuat oleh fotografer-fotografer berasal dari negara barat layaknya Henri Cartier-Bresson, Ansel Adam dan sebagianya.
Waktu berasal dari negara timur layaknya Jepang, tak terhitung fotografer yang menonjol bersama dengan keputusan dan gaya yang cenderung lebih bebas berasal dari keputusan komposisi yang generik. Contohnya layaknya Daido Moriyama, seorang fotografer yang terkenal bersama street photography bersama dengan high contrast photography.
Daido Moriyama cenderung mengikuti naluri dia, kadang foto-fotonya bukan paripurna secara tehnis misalnya bukan sangat tajam, paradoksal yang benar-benar tinggi agar bagian yang terang dan gelap jadi tidak cukup detail. Tetapi hal itu bukan terlampau vital bagi Daido. Contohnya foto anjing liar di bawah ini. Anjing liar ini metafor berasal dari Daido tersebut sendiri yang menyusuri jalan-jalan tanpa arah dan menangkap peristiwa yang menarik.
Wabi-Sabi
Di dalam budaya Jepang terdapat konsep Wabi-Sabi, yang terima ketidaksempurnaan dan ketidakkekalan, dan tidak bukan kemungkinan konsep ini memengaruhi fotografer-fotografer Jepang juga.
Misalnya Rinko Kawauchi yang tertarik bersama foto perubahan alam. bunga liar, makanan dan sebagainya. Tersedia juga fotografer asal Jepang lainnya layaknya Ishiuci Miyako yang memotret bekas luka dan barang-barang yang ditinggalkan orang yang sudah meninggal. Osamu Kanemura memotret keadaan kota yang berantakan (Urban chaos), dan bisa saja lebih tak terhitung kembali.
Kala kami traveling, biasanya fotografer akan terfokus untuk memotret pemandangan yang udah difoto sejuta umat, tetapi mengabaikan proses dan detail kala traveling itu. Konsep Wabi-Sabi mengimbuhkan gagasan bahwa jikalau kami dapat terima ketidaksempurnaan di global, apa saja sanggup kami potret.



Comments